Post Page Advertisement [Top]

artikelrickipurba

Tujaun Dibalik Pencitraan


          
Seorang public figure ataupun ordinary person melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan citra yang ingin dibangun. Mencitrakan dirinya di media sosial maupun media mainstream.
Misalnya, seseorang diangkat jadi duta lingkungan, niscaya akan memperlihatkan dirinya melakukan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan lingkungan, Gerakan menanam pohon adalah salah satu cara membangun branding duta lingkungan. Terdapat banyak sekali bentuk-bentuk tren yang bisa terjadi, dimulai dari fashion, aktivitas,atau juga bisa platform. Contohnya yang terjadi sekarang adalah tren aktivitas bersepeda dan juga tren di platform TikTok.
            Dalam rangka membentuk citra dan identitas ini, orang senantiasa mengikuti tren media yang sedang berlangsung. Tren ini sendiri bersifat sangat dinamis, seiring berkembangnya teknologi. Alasan seseorang melakukan pencitraan di sebuah media pun beragam-ragam. Sebagian orang melakukan pencitraan di media, hanya sebagai hiburan belaka. Ada pula yang melakukan pencitraan sebagai cara validasi diri. Begitu pula, ada orang yang mendapatkan penghasilan dari pencitraan yang ia lakukan. 
Mengenai kesesuaian media, itu adalah pilihan masing-masing pengguna media. Bagiamana ia lebih tepat mengekspresikan diri sesuai media yang ada. Setiap orang memiliki kebebasannya untuk berekspresi dan berpendapat, namun bukan berarti kebebasan tersebut tidak memiliki batasan. Dalam kebebasan penggunaan media, tentunya harus dipastikan konten yang dibuat tidak meyerang kelompok lain, membuat unggahan kisah anak dibawah umur yang jadi korban atau menciptakan hoax. Hubungan realitas yang dicitrakan dengan keadaan sebenarnya beragam, tergantung siapa yang melakukan pencitraan. Apabila ada hal yang dicitrakan oleh pengguna media, maka hubungan realitas yang dicitrakan dengan keadaan sebenarnya harus linier. Namun, seorang pengguna melakukan pencitraan yang tidak pasti kebenarannya maupun tidak tepat sasaran tujuannya, niscaya jadi persoalan pada citra itu sendiri. 
Di tengah pandemi Covid-19, terdapat banyak aspek untuk dicitrakan seseorang. Tidak peduli apakah mengambil keuntungan di tengah musibah. Bantuan rawan untuk digunakan menaikkan citra seseorang. Pimpinan bisa saja melakukan pencitraan dengan gerakan yang bersifat positif, tetapi menggunakan media bantuan dari pemerintah seolah-olah bantuan individu dirinya.Seperti kejadian salah satu  bupati yang menempel stiker dirinya di paket bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19. Pencitraannya memang bagus, tapi hal itu mengambil keuntungan untuk maikkan citra diri dari bantuan sosial bersumber dari APBN maupun APBD.  Percintraan politis ini diambil dari uang rakyat.
Ricki Purba
NIM : 061901026
Magister Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka Semester II
Tahun Akademi 2019/2020 Reguler

Dosen Pengampu
Dr. H. Yoeyoeng Abdi, S.Si., M.Med.Kom
Krisna Murti, S.I.Kom., M.A.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]