Post Page Advertisement [Top]

artikelerika

Pencitraan Melalui Media Sosial

Saat ini media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok semua orang. Yang namanya pencitraan di media sosial, tak bisa dielakkan lagi baik dari golongan publik figure maupun ordinary person (orang biasa).
Semunya memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk pencitraan. Media sosial menjadi media untuk mengekspresikan diri dan membuat semua penggunanya berlomba-lomba mem-posting konten-konten menarik.  Tentu saja untuk menarik perhatian sesama penggunanya. Bahkan dijadikan ajang untuk mengkatkan citra dan popularitas diri. 
Akhir-akhir ini para pengguna media sosial dikejutkan dengan perseteruan Baim wong dan Nikita Minzani yang sama-sama menggunakan media sosial untuk membangun pencitraan. Dimana Nikita mengklaim bahwa apa yang dilakukan Baim Wong di channel Youtube nya hanya sekedar pencitraan. Seperti kita ketahui, Baim Wong merupakan salah satu artis Indonesia yang mempunyai subscriber terbanyak di Youtube yang penghasilannya mengalahkan Atha Halilintar. 
Saat ini tren media pencitraan tidak hanya mellaui media cetak dan media elektronik saja, namun media sosial menjadi tren terpopuler masa kini untuk digunakan sebagai pembentukan citra dan identitas seseorang. Semua jenis media sosial saat ini menjadi tren dalam membangun pencitraan. Yakni Youtube, Instagram, facebook, twitter bahkan media sosial melalui aplikasi tiktok dan like’it pun menjadi tren saat ini.
Lantas, apa alasan mereka melakukan pencitraan di media sosial tersebut? Ya…ada banyak hal yang melatarbelakangi seseorang untuk melakukan pencitraan di media sosial diantaranya yaitu :
1.     Demi Eksistensi
Kenginan seseorang untuk eksis dan dikenal banyak orang serta ingin diakui oleh orang-orang yang ada di sekitarnya membuat orang tersebut mem-posting segala sesuatu di media sosial.
2.     Cari Perhatian
Seseorang yang memposting hal-hal di media sosial secara berlebihan bahkan sampai ke hal-hal yang bersifat pribadi biasanya orang tersebut tidak nyaman atau tidak mendapatkan perhatian dari orang-orang yang ada di lingkunagn sekitarnya. Ia lebih nyaman berteman dengan orang-orang di media sosialnya. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang yang tertutup.
3.     Minta Pendapat
Banyak orang seringkali meminta pendapat dan persetujuan teman-temannya untuk memutuskan sesuatu. Sebenarnya itu merupakan wajar jika di dunia nyata. Namun, dengan adanya media sosial, banyak orang menjadi meminta pendapat untuk hal yang tidak penting.
4.     Kecanduan
Media Soial membuat banyak orang kecanduan. Banyak orang yang sulit mengalihkan pandang dari situ. Banyak yang terjebak dalam lingkaran drama media sosial. Meskipun mereka terus mengeluh tentang drama dalam media sosial nyatanya mereka jugalah pelaku drama.
5.     Untuk Menghasilkan Uang
Tidak sedikit saat ini pengguna media sosial ini bertujuan untuk mencari uang/pendapatan. Seperti Youtuber berlomba-lomba untuk memperbanyak subscriber dan penontonnya agar bisa menghasilkan uang, seperti Instagram banyak para penggunanya yang manghasilkan pundi-pundi uang dari hasil endorse barang, di facebook banyak para mengguna menggunakan halaman facebook untuk berdagang dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan nyata, tidak sedikit para pengguna media sosial yang mencitrakan diri di media sosial ternyata tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya atau tidak sesuai dengan kenyataan. Kembali terhadap kasus Baim Wong dan Nikita Minzani, dimana Nikita Minzani mengatakan apa yang dilakukan Baim Wong di Youtubenya hanyalah sekedar pencitraan dan tidak sesuai dengan realitas atau kenyataan sebenarnya.
Unsur/materi yang dicitrakan oleh pengguna Media sosial bermacam-macam, mulai dari mendompleng diri pejabat, mendompleng menjadi orang yang rajin bersedekah dan gemar membatu sesame seperti pada kasus Baim Wong yang diklaim Nikita Minzani menggunakan uang sebagai sarana untuk mendompleng diri sebagi seseorang yang dermawan membantu sesame, padahal terhadap keluarganya saja dia tidak dermawan.
Pada prinsipnya pencitraan di media sosial itu baik untuk orang-orang yang mampu dan bisa membangun rasa percaya diri, karena pencitraan itu bukan hanya tentang memamerkan sesuatu, tetapi pencitraan juga merupakan sebuah hasil dari suatu pencapaian yang telah pengguna media sosial lakukan. Hanya saja tetap kita harus menyesuaikan apa saja yang pantas untuk dicitrakan di media sosial tersebut dan apa yang tidak pantas.

Erika Oktafiani
NIM : 061901018
Magister Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka Semester II
Tahun Akademi 2019/2020 Reguler

Dosen Pengampu
Dr. H. Yoeyoeng Abdi, S.Si., M.Med.Kom
Krisna Murti, S.I.Kom., M.A.


No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]