Post Page Advertisement [Top]

artikeltiara

Media dan Pencitraan dikalangan Selebgram Indonesia “Awkarin” di Instagram….


Pada era media baru, para penikmat tekonologi internet terbuai dengan media sosial. Tentang kemudahan dan berbagai fitur kecanggihan media social menjadikan jarak semakin dekat.  Tidak hanya itu, media sosial pun telah  menjadi bisnis masa kini. Salah satunya, munculnya orang-orang terkenal melalui Instagram yang biasa disebut dengan selebritis Instagram. Mereka memberikan citra baik di depan publik,  dimulai dari berbagai polemik kehidupannya. Misalnya, Karin Novilda atau yang lebih dikenal sebagai Awkarin. Pada awal kemunculannya, banyak orang cukup terkejut. Lantaran, masa remaja nya yang kurang cukup baik,  walaupun dia anak terpintar dan merupakan anak dari pasangan dokter terkenal di Jakarta. Salah satu skandal yang membuat ia terkenal adalah video yang beredar di Youtube atas curahan hati sambil menangis terseduh sedan bersama temannya, karena patah hati dan putus cinta. 
Lalu dengan skandal tersebut dan beberapa perilakunya dimedia social membuat citra buruk nya semakin pesat berkembang. Sampai pada akhirnya, ia memutuskan berhenti bermain social media untuk sementara waktu. Selang beberapa waktu, ia kembali muncul dengan citra berbeda. Yang ia lakukan adalah project social terhadap beberapa bencana alam. Berperan sebagai sukarelawan yang rela menolong dan memberikan bantuan. Dengan pencitraan ini, ia lantas dikenal  di media social sebagai sosok selebgram yang berempati sanggat tinggi terhadap kehidupan sosial dan penderitaan masyarakat. Melalui tindikannya ini, beberapa dari citra buruknya terhapus. Media apa saja yang senantiasa digunakan untuk pembentukan citra dan identitas? Yang jadi platfom utama adalah Instagram, twitter, dan youtube. Di beberapa platform social media tersebut,  membuatnya mendapatkan keuntungan dari endorse dan iklan yang membanjiri. Mulai dari promosi di Instagram dan iklan yang ditampilkan di youtube mereka. Para pelaku usaha memanfaatkan  sisi terkenal selebgram yang ada. 
Alasan awkarin melakukan pencitraan di social media, terutama Instagram adalah ingin memberikan manfaat bagi semua penonton dan pengikut nya, ia juga ingin memberikan isnpirasi kepada semua kalangan dan kesadaran berempati yang tinggi. Ini pernah dibahas satu vlog channel youtube miliknya.

Awkarin sadar bahwa kebanyakan follower-nya usia remaja, banyak pembaca awalnya tidak menyukai tindakan yang dilakukannya dengan berbagai skandal yang dibuatnya, jadi berubah. Dengan beberapa pencapaian sosial yang sengaja ditampilkan kembali membuat pembaca yang kurang menyukainya menjadi tertarik. Kesesuaian media yang digunakan,  mendekatkan hubungannya dengan pengguna media sosial. 
Dengan pencitraan yang dibangun di sosial media, membuat hubungan yang erat dengan pencitraan dan realitas. Ia memanfaatkan namanya sebagai public figure didalam social media untuk membuat orang-orang mengikuti hal baik yang ia lakukan, unggahan didalam sosial media menjadi terlihat sangat baik, walaupun kemungkinan buruk didalam realita kehidupan sesungguhnya. Unsur materi pencitraan pada Awkarin adalah ketika ia memberanikan dirinya untuk menjadi relawan di kota Palu saat bencana alam yang menimpa. Ia rela berpanas-panasan dan melakukan hal-hal yang positif saat itu. Ia juga menjadi guru untuk anak-anak yang tidak mampu dan tidak bersekolah. ia pun menjadi relawan untuk membagikan sembako, dan memberikan bantuan mengujungi berbagai tempat. Ia juga rela wajahnya yang biasanya dihiasi dengan makeup dan pakaian berkelas, tapi pada saat tampil dengan wajah tanpa makeup dan pakaian yang sederhana saja
Pencitraan yang dilakukan, membuat banyak orang yang menyukai nya dan bangga atas apa yang dilakukannnya. Selepas proses pencitraan itu, banyak sekali yang ia lakukan dalam kegiatan social yang berlanjutan, disini terlihat bahwa pesan pencitraan yang dibangun Awkarin adalah mengubah persepsi. Walaupun ia dinilai orang yang tidak baik, nakal, dan memiliki kepribadian yang kurang baik, tapi ketika setiap orang seburuk apapun dapat melakukan kebaikan dan berempati tinggi untuk kesejahteraan sosial, masyarakat menilainya secara baik.  Ia ingin mempersembahkan kepada orang-orang yang memandangnya dengan presepsi salah. Tentu, ia lakukan juga bentuk kepedulian didalam hatinya, dikemas dengan baik menggunakan media Instagram yang pada saat itu sedang merajalela dunia sosial media, disajikan dengan foto-foto candid saat ia menjalani  tugas relawan itu.
Melalui instagram ia menggambarkan memberikan citra yang baik. Memberikan informas sekaligus penggalangan dana bagi pengguna instagram untuk ikut memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan pada saat itu. Kini, Awkarin membangun citra yang baik dimata pengguna social media. 

Nama                          :Tiara Nesva Laraskana
NPM                            : 061901009
Matakuliah                : Media Dan Pencitraan Komunikasi 
Dosen Pengampu       : Dr. H. Yuyung Abdi, S.Si. M.Med.Kom
   Krisna Murti, S.I.Kom., M.
A.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]