Post Page Advertisement [Top]

ariantoartikel

AW Noviadi: Antara Pamor dan Mantan Pemakai narkoba


Nama Ahmad Wazir (AW) Noviadi Mawardi Yahya, tidaklah asing di telinga masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, provinsi Sumatera Selatan. Antara popularitas dan masalahnya, jadi semakin banyak orang tahu. Putra Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Mawardi Yahya) tertangkap penguna narkoba saat menjabat Bupati Kabupaten Ogan Ilir tahun 2015, meskipun  baru menjabat selama 17 hari. Namun, pria yang sekarang berumur 32 tahun ini kembali muncul  di Kabupaten Ogan Ilir, seolah ingin merebut kembali tahtanya yang hilang. Jabatan Bupati Ogan Ilir dipegang oleh Ilyas Panji Alam yang tidak lain adalah pasangannya sewaktu bertarung di pilkada tahun 2025 lalu. Mau tidak mau, dua sosok ini akan bertarung pada pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020. 

Mengapa AW Noviadi tetap maju sebagai Bupati OI? Dari beberapa hasil survei  (Charta Politika, LKPI), putra mahkota Wagub Sumsel ini  memimpin elektabilitas tertinggi dibanding Ilyas Panji Alam (incumbent).
            Kuatnya tarikan elektoral, - pria dengan panggilan Ovi -  ini tentu tidak timbul begitu saja. Dunia teknologi khususnya  internet yang saat ini banyak digunakan orang seantero dunia juga dipakai Ovi untuk meningkatkan citra dirinya yang tadinya telah mencoreng masyarakat khususnya di Kabupaten Ogan Ilir.  Dalam bidang pencitraan tersebut, media sosial (social media) yang menggunakan jaringan internet yakni khususnya facebook sangat kental dipakai AW Noviadi Mawardi dan  Tim Suksesnya. Upaya ini untuk mendekatkan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Ogan Ilir melalui dunia maya. Terlebih lagi dalam situasi pandemik virus Covid 19 yang melanda dan aturan pemerintah, maka dilarang melakukan kampanye/sosialisasi berkumpul dengan masyarakat membuat pria yang membawa jargon Ogan Ilir Bangkit Kembali ini gencar melakukan serangan udara melalui facebook.
            Dipilihnya facebook tidak lain menurut  salah satu Tim Media AW Noviadi Mawardi  disebabkan dari saran/temuan lembaga survei bahwa 29 % masyarakat Kabupaten Ogan Ilir masih menggunkakan media sosial, yakni facebook. Sementara yang memiliki instagram dan twitters 2 %. Angka inilah yang menjadi landasan kuat untuk memakai facebook sebagai media sosial “serangan udara”. Serangan itu tentunya berisikan program, visi, misi, tangkisan terhadap lawan apabila ada serangan berita menyudutkan dan mengangkat citar positif dirinya kembali yang selama ini dianggap buram di masyarakat.
            Selain itu, alasan pemakaian facebook, dianggap murah dan mudah dijangkau di seluruh pelosok daerah di Kabupaten Ogan Ilir. Dengan media interaktif ini, facebook juga dapat beriteraksi langsung dengan pemilih (masyarakat). Interaksi itu bisa timbal balik dlam menyampaikan sesuatu antara  pemilih (masyarakat) dan calon (AW  Noviadi Mawardi). Hubungan timbal balik ini juga jadi alasan, dipilihnya facebook  sebagai alat sosialisasi. Pentingnya facebook, dapat memberi pesan secara cepat. Secepat itu respon masyarakat juga secepat itu pula  bisa ditanggapi calon langsung dimana ia berada. Ruang dan waktu bersosialisasi tidak harus ditempat resmi, sehingga sangat memungkinkan calon bupati untuk merespon cepat (cepat tanggap) kepada pemilihnya.      Pemakaian media sosial facebook  AW Noviadi Mawardi (Ovi Kita, Ogan Ilir Bangkit dan Sayangi Ogan Ilir) menurut penulis sudah sangat  tepat.  Dari sudut pandang besarnya pemilih, rata-rata pemilih di kabupaten Ogan Ilir pada 9 Desember 2020  adalah pemilih milenial. Menurut survei dan BPS Ogan Ilir, jumlah pemilih mileniah di Ogan Ilir sekitar 18 %. Artinya, pemilih yang usianya 17 tahun-21 tahun cukup potensial untuk digarap oleh AW Noviadi Mawardi. Pemilih milenial ini sangat gemar memakai media sosial,  terutama facebook untuk bersosialisasi di dunia maya. Para pemilih milenial ini  biasanya tidak mau repot-repot untuk datang ke tempat kampanye/sosialisasi calon ataupun melihat spanduk/baleho calon, terlebih lagi dalam situasi pandemi Covid  19 sekarang ini. Pemilih milenial lebih banyak berdiam diri di rumah dan membuka media sosial terutama facebook minimal tiga  kali sehari dan setiap kali menghabiskan waktu  30 menit (data survei Lembaga  Kajian Publik Independen, survei Desember 2019). Menurut pengakuan pemilih milenial, paling setiap lima menit-sepuluh menit mereka akan mencari di facebook calon-calon bupati Ogan Ilir untuk melihat apa yang mereka pajang di linimasa/facebook masing-masing.
            Hubungan realitas yang dicitrakan dengan keadaan sebenarnya dari AW Noviadi Mawardi ketika penulis analisa dengan mengacu respon dari berbagai para pengguna facebook cukup positif. Para netizen  menaruh simpati dengan AW Noviadi Mawardi.  Dengan unsur-unsur yang dikenakan AW Noviadi Mawardi memakai baju gamis (baju kokoh berwarna putih), kopiah dan jargon Ogan Ilir Bangkit Kembali membuat para pembaca di facebook sangat terpukau. Betapa tidak, baju kokoh berwarna putih dan memakai kopiah hitam yang selalu dipakai AW Noviadi Mawardi setiap kali kunjungan ke masyarakat, entah itu hajatan orang menikah, orang terkena musibah dan menghadiri undangan lainnya membuat citranya tertutupi di mata publik. Pakaian kokoh warna putih dan kopiah hitam yang dipakai, mencitrakan bahwa AW Noviadi Mawardi  adalah agamis dan baju putih dicitrakan orang  bersih. Kalau sudah citra tertanam  di pemilih (masyarakat) agamais, kecenderungan besar masyarakat menilai bahwa AW Noviadi Mawardi telah jauh dari narkoba alias insaf. Disini menurut penulis sudah sangat tepat apa yang dilakukan AW Noviadi Mawardi untuk menutupi citra masa masa lalunya yang kelam dan  postingan itu selalu tampil tetap dalam akun facebooknya. 
Selain itu, akun facebook  AW Noviadi Mawardi Yahya  menambahkan ucapan salam (Assalamualaikum Wr.Wb), dalam menyapa netizen. Ini membuat para pemilih milenial dan orang  yang merasa anggota majelis taklim, Nahdatul Ulama, Muhamaddiyah dan organisasi Islam serta partai-partai Islam (PKS, PKB, PBB, PAN) sedikit  banyak menilai bahwa yang bersangkutan (AW Noviadi Mawardi) sudah banyak meninggalkan masa kelamnya. Tentu, akan berdampak dengan dukungan elektabilitas  bagi AW Noviadi Mawardi.
Lebih jauh, dampak dipajangnya selalu di facebook dengan tampilan   memakai baju kokoh, kopiah, tersenyum dan  ucapan salam  pembuka  yang setiap hari dibaca oleh netizen ( masyarakat Ogan Ilir) ternyata sudah tertanam dalam benak pemilih bahwasannya AW Noviadi Mawardi memang bukan sebagai pecandu narkoba. AW Noviadi Mawardi yang tertanam di benak pemilih saat ini adalah  orang  mantan pemakai narkoba dan sudah insyaf. Dalam konteks ini, AW Noviadi Mawardi melakukan pencitraan melalui media sosial (facebook), memulikan nama baiknya.  Apa yang selama ini dianggap masyarakat Ogan Ilir terhadap dirinya yang kelam akan berubah jadi baik. Hal ini terbukti dari temuan lembaga survei dan dukungan dari  partai politik yang saat ini sudah banyak menjatuhkan dukungannya pada AW Noviadi Mawardi yakni (PKS, Nasdem, PAN, PKB, PBB, Perindo).
Pesan yang disampaikan dalam pencitraan AW Noviadi Mawardi melalui media sosial (facebook) ini tidak lain untuk mematahkan pandangan masyarakat yang dulunya mengangap bahwa dirinya sebagai pecandu narkoba terbantahkan  dengan serangan udara melalui dunia maya (facebook ). Dalam kesan yang ingin disampaikan AW Noviadi Mawardi,  menurut penukis, dia berhasil mengangkat citranya sebagai seorang calon bupati yang “bersih “ dari Narkoba sekaligus bisa membawa Kabupaten Ogan Ilir  lebih maju lagi dibandingkan dengan Bupati sekarang menjabat (incumbent). 

Arianto
NIM 061901025
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka Semester II
Tahun Akademi 2019/2020
Dosen Pengampu
Dr. H. Yoeyoeng Abdi, S.Si., M.Med.Kom
Krisna Murti, S.I.Kom., M.A.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]