Post Page Advertisement [Top]

artikelciknang

Mati Suri Program Keluarga Berencana

Bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai masalah dalam melaksanakan pembangunan. Salah satu masalah yang dihadapi adalah masalah kependudukan. Soepardjo Adikusumo, 1988, mengemukakan bahwa jumlah penduduk yang banyak bisa menjadi beban pembangunan. Upaya pembangunan tidak terasa hasilnya, bahkan potensi sumber daya manusia kita ini tidak akan mempunyai arti apa-apa. 
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dalam TAP. MPR NO.II/MPR/1988 ditegaskan bahwa pengendalian pertumbuhan penduduk dilakukan dalam upaya penurunan tingkat kelahiran serta penurunan tingkat kematian khususnya kematian bayi dan ibu. Penurunan tingkat kelahiran terutama dilakukan melalui gerakan Keluarga Berencana. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang perkembangan penduduk yang seimbang bahagia sejahtera dengan koordinasi setiap instansi pemerintah. 
Sekalipun program tersebut sudah dijalankan dalam waktu relatif lama, dengan berbagai fasilitas dan usaha. Namun, hasil yang dicapai sampai sekarang, belum mencapai harapan. Bagi BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) pun ditemukan berbagai hambatan dalam pelaksanaan program, yakni hambatan bersifat fisik maupun non fisik. Saat ini, angka kelahiran masih sangat tinggi yaitu 2,4 sampai 2,6 ini menjadi indikasi bahwa setiap PUS (Pasangan Usia Subur) rata-rata memiliki 3 orang anak. Berarti ada 4.2 juta sampai 4,8 juta bayi lahir setiap tahun dari total penduduk 267 juta jiwa.            Padahal, target BKKB dengan menurunkan angka kelahiran (TFR) menjadi 2,1 pada tahun 2025 nanti agar penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas. Hambatan Program Keluarga Berencana diamali petugas di lapangan, berupa hambatan fisik maupun non fisik. Hambatan bersifat fisik, yakni kurangnya ketersediaan Balai Penyuluhan KB, kurangnya ketersediaan klinik-klinik KB pemerintah, kurangnya tenaga penyuluh KB, dan kurangnya tenaga medis untuk pelayanan KB. 
 Sedangkan hambatan yang bersifat non fisik, yaitu kurang dukungan dari Pemerintah Daerah, begitu juga kurang mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat, penyuluh KB dan instansi terkait  tidak memiliki integritas, masih adanya pendapat “banyak anak banyak rejeki”, masih adanya pendapat “KB bertentangan dengan agama”, pasangan Usia Subur kurang berminat untuk memakai ALKON MKJP (Alat kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.
            Oleh sebab itu, perlu solusi dalam mengatasi hal ini, yakni diperlukan Balai Penyuluhan KB harus ada di setiap Kecamatan, klinik-klinik KB harus ada di setiap Desa/ Kelurahan dan lengkap dengan sarana prasarana. berkaitan dengan pelayanan KB gratis. Penambahan Tenaga Penyuluh KB yang profesional, idealnya satu penyuluh KB maksimal membina tiga desa/kelurahan. Harus ada regulasi dan intruksi yang sama dari Pemerintah Pusat sampai ke pemerintahan daerah paling bawah menyangkut pengendalian penduduk dan program Keluarga Berencana sebagai hal penting. Harus ada Sosialisasi langsung dari pemegang kekuasaan terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, agar mereka ikut mendukung dan meyakinkan masyarakat tentang Keluarga Berencana. Harus Monitoring dan Evaluasi (Monev) tegas dan berkala terhadap pelaksana Program KB, agar jangan terjadi mark up/manipulasi data dan pelaksanaan kegiatan. Melakukan Penyuluhan (KIE dan ADVOKASI ) secara berkala dan sestematis melalui medsos, TV, radio, media cetak, billboard, banner, spanduk dan lain-lain, tentang resiko kalau memiliki jumlah anak yang banyak. Merangkul para Da’i dan Guru Agama untuk menjelaskan bahwa program KB tidak bertentangan dengan Agama. Misalnya dalam Islam dapat menerangkanQS. An Nisa’ : 59 dan lain-lain. Memberikan penghargaan kepada PUS yang mau memakai ALKON MKJP 



Cik Nang
NPM 061901023
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi
Stisipol Candradimuka Palembang

2 comments:

  1. Mantap.
    Moga Ado perhatian dari yg pihak-pihak terkait.

    ReplyDelete
  2. Mantap.
    Moga Ado perhatian dari yg pihak-pihak terkait.

    ReplyDelete

Bottom Ad [Post Page]