Post Page Advertisement [Top]

adeartikel

Komunikasi Antar Generasi Melalui Kearifan Lokal

Secara umum dapat dipahami bahwa manusia  selalu berproses untuk mencapai tatanan ideal. Makna terkandung didalamnya, menyangkut tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi menuju terciptanya manusia seutuhnya. 
Perkembangan kehidupan masyarakat tidak bisa terlepas dari individu. Hal ini berarti bahwa individu-individu berinteraksi dan gilirannya membentuk komunikasi tertentu dengan menjujung sebuah nilai dan etika bersama untuk mencapai tujuan bersama. Keterkaitan antara individu untuk mencapai kearifan, kehidupan yang memanusiakan manusia. 
Masyarakat dengan pengetahuan dan kearifan lokal telah ada di dalam kehidupan masyarakat semenjak zaman dahulu. Mulai dari zaman pra-sejarah sampai sekarang ini. Kearifan tersebut merupa­kan perilaku positif manusia dalam berhubungan antar manusia, alam dan lingkungan sekitarnya Yakni, bersumber dari nilai-nilai agama, adat istiadat, petuah nenek moyang atau budaya setempat yang terbangun secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat. Mereka beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, lantas berkembang menjadi suatu kebudayaan di suatu daerah. Diwariskan secara turun-temurun. Secara umum, bu­daya lokal atau budaya daerah dimaknai sebagai budaya yang berkembang di suatu daerah dimana unsur-unsurnya adalah bu­daya suku-suku bangsa yang tinggal di daerah itu.
Budaya yang diwariskan akan menjadi bentuk penghubung generasi terdahulu dan generasi berikutnya, sehingga akan terbentuk komunikasi berkelanjutan. Tiap kebudayaan suatu masyarakat yang berwujud sebagai komunitas desa, atau kota, atau sebagai kelompok adat lain bisa menampilkan corak khas. Budaya kearifan lokal ini biasanya dicipta dan dipraktikkan untuk kebaikan komunitas yang menggunakannya. Ada kalanya kearifan lokal itu, hanya diketahui dan diamalkan oleh beberapa orang dalam jumlah yang kecil, misalnya desa. Namun, ada pula kearifan lokal yangdilaksanakam  kelompok besar masyarakat, misalnya kearifan lokal etnik.  Kearifan lokal ini juga tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan masyarakat yang mendukungnya. 
Kearifan lokal, biasanya mencakup semua unsur kebudayaan manusia, mencakup: sistem religi, bahasa, ekonomi, teknologi, pendidikan, organisasi sosial, dan kesenian. Kearifan lokal bermula dari ide atau gagasan, lantas diaplikasikan dalam tahapan praktik, dan penciptaan material kebudayaan. Ia akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, intensitas pergaulan sosial, dan enkulturasi sosiobudaya.  Era globalisasi, dalam dunia yang tidak mengenal batas sekarang ini, kearifan lokal sangat diwarnai oleh wawasan manusia yang memikirkan dan menggunakannya.
Kearifan lokal juga dapat mendukung kepada keberadaan negara bangsa (nation state) tertentu. Bahkan dalam merumuskan sebuah negara bangsa, selalunya diwarnai oleh kearifan-kearifan lokal yang tumbuh dalam masyarakat yang membentuk dan mencita-citakan negara bangsa tersebut. Misalnya,  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar negara Pancasila, Terbentuknya negara ini sebenarnya adalah proses pemikiran para pendiri bangsa ini untuk membuat dasar negara yang diambil dan digali dari nilai-nilai kearifan lokal Nusantara. Kearifan-kearifan lokal ini kemudian dirumuskan menjadi lima sila yang berdasar kepada bentuk “ikatan sosial budaya” biar berbeda-beda tetapi tetap satu (bhinneka tunggal ika).


Daftar Pustaka
Abdurarrahmat Fathoni, Antropologi Sosial Budaya : Suatu Pengantar (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), h. 46
Muhamad Takari; Kearifan lokal dalam pembentukan karekter bangsa Indonesia “, Artikel diakses pada 2 Desember 2019 di https://www.etnomusikologiusu.com/artikel-kearifan-lokal.html

Ade Irawan
Mahasiswa S2 Komunikasi
Stisipol Candradimuka Palembang

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]