Post Page Advertisement [Top]

artikeltiara

Apakah Podcast Jadi Harapan Baru Bagi Penyiar dan Pendengar Radio?

Radio pada awalnya digunakan dalam keperluan maritim untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan penerima di darat.  Salah satu penggunteknologi ini adalah angkatan laut Jepang yang memata-matai armada Rusia saat Perang Tsushamia tahun 1901. Penggunaan teknologi ini paling penting dan jadi sejarah adalah komunikasi antara operator di Kapal RMS Titanic dengan kapal terdekat. Teknologi komunikasi ini akhirnya merambah ke Stasiun Darat Radio jadi popular,  maka siaran komersil radio mulai dilakukan pada 1920an.
Sebelum televisi terkenal, siaran radio komersial paling banyak diminati. Ada drama, komedi, beragam program serta hiburan lainya. Tidak hanya berita dan musik. Radio AM bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio itu sendiri. Kedua gelombang ini sama-sama memiliki gelombang amplitudo konstan. Pada tahun 1933 akhirnya ditemukan teknologi sistem FM yang menghasilkan suara yang jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk. Meskipun industri radio pada saat itu pernah mengalami depresi yang cukup besar barulah pada akhir 1960an FM menjadi sistem yang benar-benar stabilDi Amerika Serikat hampir memiliki 200 stasiun radio FM.
Di Indonesia sendiri radio juga termasuk populer dari awal zaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Pasca kemerdekaan RI  sendiri perkembangan radio mengalami perkembangan kemajuasangat pesat. Orang-orang berkecimpung di bidang radio pun menganggap penting untuk mengorganisasikan radio siaran. Seiring bergulirnya waktu, perkembangan radio itu sendiri sejak akhir 1998, mengalami modernisasi dan penguatan peran sosial politik yang amat signifikan. 
Dengan begitu radio  memiliki tujuan tersendiri dan memiliki 3 tujuan yang utama. Pertama,pelayanan kebutuhan pendengar, maka pendirian radio diawali dengan penelitian khalayak untuk mengetahui kebutuhan pendengar. Kedua, aktualisasi kepentingan pengelola. Ketigaperolehan ekonomi. Ketiga tujuan itu mendukung dalam pendirian radio, namun perolehan ekonomi paling populer.
Pada awalnya, ada tiga bentuk radio yang boleh beroperasi di Indonesia. Yakni RRI, Radio Siaran Komersial dan Radio Siaran Komunitas Kini di era modernisasi, keberadaan radio bukan hanya radio didirikan dan dikelola oleh pemerintah, namun pada prakteknya begitu banyak radio yang dimiliki swasta. Era kejayaan radio sangat populer sebelum adanya televisi. Tidak bisa dibantah, radio memiliki eksistensi tidak tergoyahkan pada zamannya. Memasuki tahun 2000 an radio memiliki tempat paling tinggi di puncaknya. Setiap kalangan muda atau tua, mulai dari ruang dapur, kedai warung kopi, toko, tempat kerja  sekalipun, mendengarkan siaran radio dengan frekuensinya masing-masing. Memasuki pertengahan tahun milenium tersebut radio mulai merasuki anak muda pada zaman itu. Orang menikmati siaran radio, dengan trend menyapaikan berita dengan ringan dan mengasyikan, disertalagu-lagu Lagu itu diputar di sela-sela penyiar memberikan informasi setiap segmennya Itu lah romantisme yang pernah terjadi.
Saat internet telah merajalela ditunjang keberadaan gadget. Internet   menggeser radio. Radio mungkin hanya didengarkan saat di mobil saja untuk beberapa kalanganMemasuki era globalisasi dimana youtube mengambil alih wilayah  TV, sekaligus radio. Seiring berjalannya ada aplikasi yang semakin popular.  Yakni Podcast. Penikmat radio sekaligus penyiar, broadcaster yang yang mulai pensiun dan menginginkan kembalinya kejayaan radio itu sendiri, maka Podcast jadi pilihan. Podcast popular sebagai aplikasi yang berafiliasi dengan internet. Pengguna podcast menggangkat tema tertentu untuk didiskusikan secara singkat lalu di-broadcastdidengarkan  banyak orang melalui jaringan internet
Tiara Nesva Laraskana, S.Psi
Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi
Stisipol Candradimuka Palembang  

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]